Sebenarnya dari segi jumlah tidak ada yang harus
dirisaukan tentang masa depan Islam di Indonesia. Sensus penduduk tahun 2000 mencatat bahwa
jumlah penduduk Islam di negeri ini mencapai 88.22%, sebuah persentase yang tinggi
sekali. Tetapi bencana bisa saja terjadi bila pemeluk agama kehilangan daya nalar,
kemudian menghakimi semua orang yang tidak sefaham dengan aliran pemikiran
mereka yang monolitik. Dalam sejarah Islampun, kelompok yang merasa paling
sahih dalam keimamannya tidak sulit untuk dilacak, demikian ungkapan Prof. Dr. Ahmad
Syafii Maarif dalam Prolog Buku ini. Untuk mengetahui isi bukunya selengkapnya: Klik di sini
Tampilkan postingan dengan label Teological Case. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teological Case. Tampilkan semua postingan
Rabu, 27 November 2013
Kamis, 27 Juni 2013
Pengakuan Iman Rasuli
Aku
percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.
Dan
kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal Tuhan kita,
yang
dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria,
yang
menderita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
di
salibkan, mati dan di kuburkan, turun ke dalam kerajaan maut,
pada hari
yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati,
naik ke
surga, duduk disebelah kanan Allah Bapa Yang Mahakuasa,
dan akan
datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku
percaya kepada Roh Kudus; Gereja yang kudus dan am;
pengampunan dosa; kebangkitan daging;
dan hidup
yang kekal.
Sabtu, 22 Juni 2013
Tidak Ada Nabi Dari Keturunan Ismail
Melihat
bahwa kenabian hanya dibatasi pada anak-anak Israel, berdasarkan kesaksian
Torat, Injil dan Quran, lalu bagaimana Muhammad dapat mengklaim diri sebagai
nabi?
Dalam Sura 45:16 kita membaca: “Dan
sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat),
kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang
baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya)”.
Juga dalam Sura 29:27 kita membaca: “Dan Kami
anugrahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Ya’qub, dan Kami jadikan kenabian
dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di
dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk
orang-orang yang saleh”.
Ini adalah deklarasi fakta bahwa kenabian hanya
dibatasi pada Bani Israel saja, dan itu sesuai dengan sudut pandang
Taurat,
Konsep Kesudahan Dunia Menurut Kitab Matius 24:3-14 & Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini
By: Roi MP, M.Pd.K
PENDAHULUAN
Jauh sebelum dialog dalam Matius 24:3-14
ini terjadi “datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap”. Kata
mereka “katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda
kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?. Jawab Yesus kepada mereka. Waspadalah
supaya jangan ada yang menyesatkan kamu! (ayat 3-4). Nabi Daniel pernah
menubuatkan hal yang berkaitan dengan peristiwa berakhirnya dunia ini atau
kesudahan dunia. Dalam Daniel 12:4 “Sembunyikanlah segala Firman itu, dan meteraikanlah
Kitab itu sampai kepada akhir zaman Akhir zaman yang dimaksud di sini adalah
akhir dari segala dunia ini. Terlalu banyak orang, karena tidak mengimani janji
Allah, sering mengabaikan penggenapan nubuatan tersebut.[1]
Doktrin Tentang Keselamatan Kekal (Sekali Selamat, Tetap Selamat)
Oleh: Ralph Mahoney
Bab
1 — Dapatkah Seseorang Yang Baru Saja Dibenarkan Terhilang?
Pendahuluan
Empat puluh tahun yang lalu saya sekolah di sebuah pelatihan misi.
Di sana saya bertemu dengan seorang hamba Tuhan yang sangat luar biasa. Hamba
Tuhan ini adalah seorang Pendeta Presbiterian generasi yang ke lima. Meskipun
pada waktu itu umur saya baru 18 tahun, ia mau berteman dengan saya. Sejak saat
itu saya sangat menghormatinya sebagai seorang pelayan Injil. Hamba Tuhan ini
memiliki kehidupan kekristenan yang sangat indah.
Jumat, 21 Juni 2013
Thomas Aquinas
Aquinas merupakan teolog skolastik yang terbesar. Ia
adalah murid Albertus Magnus. Albertus mengajarkan kepadanya filsafat
Aristoteles sehingga ia sangat mahir dalam filsafat itu.
Pandangan-pandangan filsafat Aristoteles diselaraskannya dengan
pandangan-pandangan Alkitab. Ialah yang sangat berhasil menyelaraskan
keduanya sehingga filsafat Aristoteles tidak menjadi unsur yang
berbahaya bagi iman Kristen. Pada tahun 1879, ajaran-ajarannya dijadikan
sebagai ajaran yang sah dalam Gereja Katolik Roma oleh Paus Leo XIII.
Martin Luther
Martin Luther dilahirkan pada 10 November 1483 dalam sebuah
keluarga petani di Eisleben, Thuringen, Jerman, Luther beroleh nama
Martinus pada 11 November 1483 ketika dibaptiskan. Ayahnya bernama Hans
Luther dan ibunya bernama Margaretta. Keluarga Luther adalah keluarga
yang saleh seperti biasanya golongan petani di Jerman.
Luther mendapatkan pendidikan dasarnya di Mansfeld,
sebuah kota di mana ayahnya terpilih sebagai anggota Dewan Kota
Mansfeld, setelah pindah ke sana pada 1484. Pendidikan menengah
dikecapnya di Magdeburg di sebuah sekolah yang diasuh oleh
"saudara-saudara yang hidup rukun" (Broederschap des gemenen levens).
Tentang Pelayanan Pelepasan
Catatan:
Artikel ini merupakan dokumen yang tersimpan dalam arsip VEM/UEM (United Evangelical Mission) mengenai pelayanan pelepasan dari Roh Jahat. Dokumen ini adalah hasil diskusi dari sejumlah ahli teologi dari gereja-gereja yang tergabung dalam organisasi UEM, yaitu: Wahyu Adipamungkas (GKJW), Eric Calgas (UCCP), RosaCamba (UCCP), Angelico Cofreros (UCCP), Patrick Kwan (CRC), Humala Lumantobing (GKPI), Juliman Harefa(BNKP), Elvilina Hulu (BNKP), Lope Robin (UCCP), Jaharianson Saragih (GKPS), Riana Kartika Sari (GKPI), Rainer Scheunemann (GKI-TP), Apeliften Sihombing (HKBP),Togar Simatupang (GKPA), Nirmala Sinaga (GKPS), Sutarto (GKJTU), Wesley Thavakumar (MC-SL), Claudia Währisch-Oblau (UEM).
Artikel ini merupakan dokumen yang tersimpan dalam arsip VEM/UEM (United Evangelical Mission) mengenai pelayanan pelepasan dari Roh Jahat. Dokumen ini adalah hasil diskusi dari sejumlah ahli teologi dari gereja-gereja yang tergabung dalam organisasi UEM, yaitu: Wahyu Adipamungkas (GKJW), Eric Calgas (UCCP), RosaCamba (UCCP), Angelico Cofreros (UCCP), Patrick Kwan (CRC), Humala Lumantobing (GKPI), Juliman Harefa(BNKP), Elvilina Hulu (BNKP), Lope Robin (UCCP), Jaharianson Saragih (GKPS), Riana Kartika Sari (GKPI), Rainer Scheunemann (GKI-TP), Apeliften Sihombing (HKBP),Togar Simatupang (GKPA), Nirmala Sinaga (GKPS), Sutarto (GKJTU), Wesley Thavakumar (MC-SL), Claudia Währisch-Oblau (UEM).
Tritunggal
Ajaran
ke-tritunggal-an Allah atau yang sering disebut dengan trinitas sering salah
dipahami. Bagi sebagian orang menganggap bahwa Tuhan yang disembah oleh umat
Kristen ada tiga, bahkan barangkali umat Kristen sendiri belum memahami hal ini
dengan baik. Saya bukan seorang pakar dogmatika. Namun dalam kesempatan ini,
saya mencoba menerangkan apa yang saya pahami dan imani terhadap
ke-tritunggal-an Allah. Dalam tulisan ini saya akan mencoba memahami ajaran
trinitas melalui konfessi HKBP Tahun 1996.
Kamis, 20 Juni 2013
Dasar-Dasar Teologis Pelayanan Untuk Anak
Oleh: Andar Ismail[1]
Pendahuluan
Melayani anak adalah
salah satu hakekat dan panggilan gereja. Aspek yang dominan dari pelayanan
untuk anak adalah pelayanan pendidikan. Berkaitan dengan itu terdapat
aspek-aspek pelayanan lain, yaitu pelayanan, pengajaran, pelayanan pemeliharaan
(misalnya bagi anak yatim piatu), pelayanan pembelaan (misalnya untuk anak
cacat dan buruh anak), pelayanan perlindungan (misalnya bagi perilaku kejam,
perkosaan dan anak korban kejahatan orang dewasa) dan pelayanan aspek
lain-lainnya.
Minggu, 16 Juni 2013
Bagaimana Membuktikan Bahwa Allah Ada?
Apakah Hal Ini
Merupakan Sesuatu yang Mustahil?
Apakah langit malam yang cerah berbicara
kepada Anda? Ia mengatakan sesuatu? Tidak? Apa yang dikatakannya kepada seorang
atlet berbakat berusia 19 tahun yang tergeletak berlumuran darah —
ia ditusuk karena berada di tempat yang salah pada saat yang salah? Bagaimana
dengan seorang istri yang mengalami masalah dan kekecewaan, yang berusaha
menghilangkan amarah dan perasaan ditolak dengan berjalan-jalan di pagi hari?
Bagaimana pula dengan seorang buruh pabrik berusia 45 tahun yang baru saja kena
PHK untuk ketiga kalinya dalam beberapa tahun terakhir ini? Bagaimana dengan
pakar astronomi yang pikirannya terpecah antara empirisme yang kaku dan hatinya
yang berbicara bahwa ia harus percaya pada apa yang tidak dapat ia lihat?
Siapakah Roh Kudus Itu?
Pengantar
Sebelum membahas topik tentang dipenuhi
Roh Kudus, kita perlu mengetahui siapa Roh Kudus itu. Sebagian orang bersikeras
bahwa Roh Kudus adalah suatu pengaruh, kekuatan, atau sumber energi rohani yang
diberikan Allah. Yang lain melihat-Nya sebagai kekuatan gaib dari roh, yang
dapat keluar-masuk dalam diri kita sesuka hatinya. Yang lain lagi melukiskan
Dia sebagai pesulap kosmik, yang sukar dipahami dan tidak jelas, yang masuk
secara misterius ke dalam hidup kita untuk menciptakan peristiwa-peristiwa
religius dan kemudian meninggalkan kita secepat ketika Dia datang.
Rabu, 12 Juni 2013
95 Dalil Luther (Martin Luther's 95 Theses)
Dengan keinginan dan tujuan untuk
menguraikan kebenaran, perdebatan akan diadakan di Wittenberg berdasarkan
pernyataan yang disetujui di bawah kepemimpinan Bapa Martin Luther, rahib Ordo
St. Agustinus, Master of Arts and of acred Theology, dosen Universitas
Wittenberg. Selin itu, ia meminta kepada orang yang tidak bisa hadir dan
meakukan diskusi dengan kami secara lisan ten tang topik itu supaya
melakukannya melalui surat untuk menggantikan ketidakhadiran mereka. Dalam nama
Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)



